Memaksa Klien Harus Menggunakan DHCP di Mikrotik

Jika kalian pernah mengelola suatu jaringan dimana para kliennya menggunakan DHCP untuk koneksi ke internet, maka tentunya kalian juga pernah mengalami hal yang satu ini. Terkadang ada beberapa klien 'nakal' yang mencoba menggunakan IP statik untuk konek di jaringan. Jika hal ini tidak segera dicari solusinya, maka pastinya kalian nanti akan kesulitan dalam memonitor jaringan tersebut.

Lalu harus bagaimana? Di Mikrotik kalian bisa 'memaksa' klien kalian harus menggunakan DHCP untuk dapat terkoneksi ke jaringan. Jadi ketika nanti mereka mengkonfigurasikan IP mereka sebagai IP statik, dijamin mereka tidak akan bisa terkoneksi ke internet. Berikut adalah langkah-langkahnya :

Oiya, sebelumnya disini saya asumsikan kalian sudah membuat DHCP Server di Mikrotik kalian ya. Jadi saya tidak akan memberikan petunjuk tentang cara bagaimana membuat DHCP Servernya, melainkan langsung ke petunjuk cara memaksa klien kalian harus menggunakan DHCPnya saja.

1. Pertama-tama bukalah Mikrotik kalian melalui Winbox, lalu arahkan pada tab Interfaces. Lalu klik 2 kali pada interface yang kalian gunakan sebagai DHCP. Biasanya pasti interface yang mengarah ke jaringan lokal. Pada kasus ini, interface yang saya gunakan bernama ether2-LOKAL. Lalu pada bagian ARP, kalian ganti menjadi reply-only


Jika sudah klik Apply > OK.

2. Kemudian buka lagi tab IP > DHCP Server. Klik 2 kali pada DHCP Server yang sudah kalian buat. Lalu berikan centang pada bagian Add ARP for Leases.


Jika sudah klik Apply > OK.

3. Sampai sini seharusnya seluruh klien kalian tidak akan bisa lagi menggunakan IP Statik untuk dapat terkoneksi ke jaringan. Namun apabila kalian ingin memberikan pengecualian kepada beberapa user atau komputer yang memang harus menggunakan IP Statik, seperti Proxy atau Billing contohnya, maka kalian bisa menambahkan MAC Address beserta IP Statik yang digunakan oleh user atau komputer tersebut pada menu IP > ARP List.


Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Cara Install Terbal tar.gz File di Ubuntu


Oke sob sebelumnya maaf atas kevakuman blog ini karena ada sesuatu hal bukan syahrini, okeh siapa juga yang peduli -_- .



Baik sekarang adalah tentang bagaimana menginstall terbal file. Sebelum itu, apa sih terbal file? terbal file sebenarnya bukan sebuah format file untuk installan tetapi ini adalah sistem compresi seperti rar, zip, dkk. Loh terus kenapa setiap aplikasi 'mentah' di linux di

Routing NAT Masquerade Berdasarkan Waktu Tertentu di Mikrotik


Hai sahabat Linuxku.com. Pada kesempatan kali ini saya ingin membagikan sedikit tutorial yang masih berkaitan dengan Routing NAT Masquerade di Mikrotik. Artikel kali ini juga masih ada hubungannya dengan artikel saya sebelumnya yang mengenai Routing NAT Masquerade untuk IP Tertentu di Mikrotik yang dapat kalian lihat disini.

Lalu apa yang akan kita bahas pada artikel kali ini? Disini kita akan mencoba bereksperimen untuk memberikan fungsi waktu pada konfigurasi Routing NAT Masquerade. Misalnya kita hanya ingin memperbolehkan IP 192.168.1.1 sampai 192.168.1.20 mengakses internet pada jam 7 pagi sampai jam 4 sore dari hari senin sampai jumat saja. Maka opsi perintahnya adalah sebagai berikut :

Topologi :


Internet------ether1(Mikrotik)ether2-------LAN

Keterangan :
- Subnet LAN = 192.168.1.0/24

Perintah :

> ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.1.1-192.168.1.20 time=07:00:00-16:00:00,mon,tue,wed,thu,fri out-interface=ether1 action=masquerade

Lihat hasilnya dengan perintah berikut :

> ip firewall nat print

Oh iya, untuk melakukan konfigurasi Routing NAT Masquerade berdasarkan waktu seperti ini pastikan bahwa pengaturan tanggal dan jam pada Mikrotik kalian sudah akurat. Pastikan bahwa Mikrotik kalian sudah dikonfigurasi dengan metode NTP Client yang bisa kalian lihat di artikel yang sudah pernah saya tuliskan disini.

Semoga bermanfaat :)

Kependudukan Dan Ekonomi Indonesia Tahun 2010

Langsung aja dah biar gak repot dan panjang lebar :v

A. Kependudukan  
1) Jumlah Penduduk 237.641.326 Jiwa
2) Pertumbuhan Penduduk 1,03%
3) Usia Harapan Hidup 69,65 Tahun
4) Angka Kelahiran 2,44/1000
5) Angka Kematian Bayi 25,8
B. Ekonomi  
1) Pendapatan Perkapita Rp 27.000.000,-
2) Tingkat Inflasi 6,69

Nih Bagi Yang Mau Lebih Detail Tentang Jumlah Penduduk Per Desa Silahkan Click Disini :D
Dan Bila Mau Yang Per Provinsi Click Disini :D
Dan Satu Lagi Yang Mau Kematian Bayi Di Tahun Sebelum Sebelum nya Click Disini :D
Catatan : Format nya PDF

Regard's
Michael Takeuchi


Penjelasan Wireless Transparent Bridge Mikrotik

Pada Artikel sebelumnya sudah pernah dibahas tentang Routing Vs Bridging pada Wireless Point-to-Point Mikrotik. Nah, sekarang kita bahas lebih mendalam lagi tentang Bidging pada Wireless Point-to-Point Mikrotik. Untuk dapat membangun jaringan wireless point-to-point pada Mikrotik diperlukan teknik Bridging pada interface-interface yang digunakan.

Bridge adalah sebuah perangkat antar jaringan yang merelai frame-frame data dari satu segmen jaringan ke segmen jaringan lain, sehingga menjadikan segmen-segmen jaringan tersebut muncul sebagai sebuah LAN tunggal yang besar, yang disebut sebagai extended LAN atau bridged LAN.

Bridge memiliki kemampuan untuk memproses keputusan perelaian/perutean sebuah frame berada dalam bridge itu sendiri, sehingga transparan terhadap stasiun-stasiun yang berkomunikasi, sehingga disebut juga Transparent Bridge. Penggunaan transparent bridge pada wireless point-to-point Mikrotik dapat dilakukan dengan beberapa mode wireless yang berbeda pada host (akses poin) dan klien (station).

Ada beberapa mode wireless yang dapat digunakan untuk membangun  Wireless Transparent Bridge Mikrotik. Berikut diantaranya :

1. Mode Bridge – Station + EoIP 

Wireless P2P pada Mikrotik dengan menggunakan mode Bridge pada AP dan mode Station pada klien. Station adalah mode standar untuk klien AP yang tidak mendukung L2 bridging. Penggunaan bridge dengan mode ini tidak akan memberikan hasil yang diharapkan. Di sisi lain mode ini dapat dianggap paling efisien dan karenanya harus digunakan jika tidak menggunakan L2 bridging pada station.

Mode ini dapat digunakan di semua protokol nirkabel, sehingga bisa dipadukan dengan perangkat selain Mikrotik. Walaupun tidak mendukung L2 Bridging, namun mode station masih bisa digunakan untuk membangun jaringan Wireless P2P Mikrotik dengan cara memadukan mode ini dengan fitur EoIP. 

Ethernet over Internet Protocol (EoIP) Tunneling adalah protokol Mikrotik RouterOS yang membuat ethernet tunnel (terowongan ethernet) antara dua router pada koneksi IP. EoIP Tunnel adalah protokol Ethernet sejati yang dikemas pada tingkat IP sehingga menggunakan semacam ini terowongan antara AP dan Station, sehingga dapat mengirimkan frame Ethernet penuh.

Teknik ini menyajikan antarmuka virtual pada setiap perangkat (AP dan station) yang dapat dijembatani bersama-sama untuk membuat transparent bridge pada sambungan nirkabel. Interface Ether dan EoIP di-bridge dan interface wlan pada kedua router diberi Alamat IP lokal satu segmen untuk menghubungkan keduanya melalui protokol EoIP. Konfigurasi mode ini ditunjukkan pada Gambar berikut ini:




2. Mode Bridge – Station WDS Station 

WDS adalah mode Station yang mendukung fitur Wireless Distribution System dan L2 bridging. Wireless Distribution System (WDS) adalah sistem yang memungkinkan interkoneksi nirkabel AP pada jaringan IEEE 802.11. Hal ini memungkinkan jaringan nirkabel yang akan diperluas menggunakan beberapa jalur akses tanpa memerlukan backbone kabel untuk menghubungkan nya, seperti yang diperlukan secara konvensional. Keuntungan utama dari WDS atas solusi lain adalah bahwa WDS mempertahankan alamat MAC dari frame klien di seluruh koneksi antar AP.

Konfigurasi pada mode ini dengan membuat interface WDS pada AP baik WDS statis maupun WDS dinamis. Kemudian pada AP interface WDS di-bridge dengan Ether, sedangkan pada klien interface Wlan di-bridge dengan Ether. Namun penggunaan WDS pada wireless P2P memiliki beberapa kelemahan, yaitu jika koneksi terputus waktu (delay) untuk kembali terkoneksi lebih lama dan hanya bisa digunakan di RouterOS sehingga tidak mendukung penggunaan perangkat selain Mikrotik.


3. Mode Bridge – Bridge 

Pada mode ini kedua Mikrotik digunakan sebagai AP dengan mode Bridge. Wireless Distribution System (WDS) digunakan untuk membuat komunikasi nirkabel antara kedua AP. Sehingga secara umum hampir sama seperti mode Bridge – Station WDS hanya saja dalam mode ini kedua Mikrotik diset sebagai Bridge.

Dengan demikian kedua Mikrotik memancarkan sinyal sebagai AP dengan SSID, band, dan frekuensi yang sama supaya bisa saling terhubung melalui WDS Link. Karena menggunakan WDS, maka mode ini hanya dapat digunakan antar perangkat Mikrotik. Konfigurasi mode ini dilakukan dengan membuat interface WDS dan mengaktifkan fitur WDS pada kedua AP. Kemudian interface WDS dan Ether di-bridge. Konfigurasi mode ini ditunjukkan pada Gambar berikut ini :


4. Mode Bridge – Station Pseudobridge 

Station Pseudobridge yaitu mode station yang mendukung L2 Bridging namun hanya satu mac-addresss saja yang bisa aktif di belakang AP, jadi hanya bisa untuk satu klien saja. Mode ini dapat digunakan pada semua protokol kecuali Nv2 dan sedapat mungkin dihindari penggunaannya.

Mode ini bisa digunakan jika AP tidak mendukung mode yang lebih baik untuk L2 bridging (misalnya ketika non-RouterOS AP yang digunakan) atau jika hanya satu perangkat harus terhubung ke jaringan melalui perangkat stasiun.

Konfigurasi mode ini dilakukan dengan memilih mode Station-pseudobridge pada klien. Kemudian interface Wlan dan Ether di-bridge pada AP dan stasiun. Konfigurasi Wireless Bridge Mikrotik mode Bridge – Station Pseudobridge dapat dilihat pada Gambar berikut :


5. Mode Bridge – Station Bridge 

Mode Station Bridge hanya dapat digunakan pada perangkat dengan sistem operasi RouterOS. Mode ini menyediakan dukungan untuk L2 bridging pada perangkat stasiun. Mode ini adalah hak milik MikroTik dan tidak dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat merek lain. Mode ini aman digunakan untuk L2 bridging dan harus digunakan bila ada alasan yang cukup untuk tidak menggunakan mode station-wds.

Hal ini relatif stabil, tetapi menambahkan cpu dan overhead memori untuk paket forwarding, dan tidak seefisien jika tidak menggunakan bridge sama sekali. Konfigurasi mode ini hampir sama seperti mode Bridge – Station Pseudobridge, hanya mode pada klien saja yang dirubah ke Station Bridge, seperti yang terlihat pada Gambar berikut :


Keempat mode tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Tidak semua protokol nirkabel mendukung mode tersebut, sehingga ada mode yang tidak bisa digunakan dengan perangkat selain Mikrotik. Perbandingan mode Wireless Mikrotik ditunjukkan pada Tabel berikut :


Mode Wireless Mikrotik
802.11
ROS 802.11
Nstreme
Nv2
station
station-wds

station-pseudobridge

station-bridge

 

Pada Tabel tersebut ada empat mode dan empat spesifikasi protokol nirkabel dimana masing-masing mode mendukung beberapa spesifikasi protokol dan ada yang tidak mendukung. Spesifikasi standar protokol IEEE 802.11 mendukung mode station dan station-pseudobridge saja. Pada spesifikasi protokol ROS 802.11 yang merupakan protokol hak milik khusus RouterOS Mikrotik mendukung semua mode tersebut.

Pada protokol Nstreme sama seperti ROS 802.11, dimana merupakan protokol hak milik Mikrotik dan mendukung semua mode. Sedangkan pada Nv2 yang merupakan perkembangan dari Nstreme yakni Nstreme version 2 mendukung semua mode kecuali station-pseudobridge.

Demikianlah artikel tentang Penjelasan Wireless Transparent Bridge Mikrotik yang saya ambilkan sedikit dari isi Laporan Tugas Akhir saya. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan baru bagi anda sekalian.

Salam,

Rizky Agung Pratama

Routing NAT Masquerade Untuk IP Tertentu di Mikrotik


Dulu saya sudah pernah menuliskan sebuah artikel mengenai cara Routing NAT Masquerade di Mikrotik. Pada artikel tersebut, konfigurasi Masquerade yang terjadi adalah semua IP yang berada di jaringan lokal di perbolehkan mengakses internet tanpa terkecuali. Hal ini tentunya akan membuat jaringan yang kalian kelola menjadi sulit dikontrol. Lalu bagaimana jika kita ingin membuat hanya IP-IP tertentu saja yang diperbolehkan mengakses internet?

Sebelum kita mulai, agar kalian tidak bingung disini saya tampilkan bentuk topologi beserta subnet dan nama interfacenya :


Internet------ether1(Mikrotik)ether2-------LAN

Keterangan :
- Subnet LAN = 192.168.1.0/24

1. Sebenarnya yang membedakan antara Routing NAT Masquerade untuk semua IP dan Routing NAT Masquerade untuk IP tertentu hanya terletak pada opsi src-addressnya saja.

Contoh perintahnya adalah sebagai berikut :

> ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.1.0/24 out-interface=ether1 action=masquerade

Perintah diatas artinya memperbolehkan subnet 192.168.1.0/24 mengakses internet, dan selain itu tidak diperbolehkan. Jadi misalnya nanti kalian memiliki satu interface lagi yang terhubung ke subnet 172.16.1.0/24 untuk hotspot misalnya, maka subnet tersebut tidak akan bisa mengakses internet.

2. Selain menentukan IP berdasarkan subnetnya, bisa juga kalian menentukan IP-IP yang diperbolehkan mengakses internet berdasarkan range tertentu. Contoh, kalian hanya ingin memperbolehkan IP 192.168.1.1 sampai 192.168.1.20 saja yang boleh mengakses internet, maka perintahnya adalah sebagai berikut :

> ip firewall nat add chain=srcnat src-address=192.168.1.1-192.168.1.20 out-interface=ether1 action=masquerade

Maka nanti selain IP yang kalian sudah tentukan diatas tidak akan bisa mengakses internet.

3. Untuk melihat hasil dari konfigurasinya ketikkan perintah berikut ini :

> ip firewall nat print

Semoga bermanfaat :)

Cara Install Driver Wifi Broadcom HP G42-360TX di Blankon Rote 8

Jika anda adalah pengguna laptop merk HP dengan tipe G42-360TX yang driver wifinya belum terbaca di Blankon Rote 8, maka kalian perlu membaca tulisan ini sampai selesai. Karena ternyata perangkat laptop ini yang berchipset Broadcom belum terbaca dengan baik di Blankon Rote 8. Yuk langsung saja, berikut adalah langkah-langkah instalasi driver wifi Broadcom HP G42-360TX di Blankon 8 Rote :

1.Pertama-tama unduhlah terlebih dahulu 3 file berikut ini :
2. Setelah kalian download semua, simpanlah ketiga file tersebut di dalam satu folder. Agar mudah, lebih baik kalian samakan saja dengan saya ya. Simpanlah ketiga file tersebut di dalam folder /home/namauserkalian/Downloads/driverwifi. Contoh : /home/rizal/Downloads/driverwifi



3. Kemudian bukalah aplikasi Terminal, lalu ketikkan perintah berikut ini :

$ cd Downloads/driverwifi
$ sudo dpkg -i *.deb

Jika tidak bisa, coba gunakan perintah yang ini :

$ sudo dpkg -i /home/namauserkalian/Downloads/driverwifi/*.deb

4. Setelah prosesnya selesai, restartlah komputer kalian. Dan lihatlah kalau sekarang perangkat wireless kalian sudah terdeteksi.


Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Mengaktifkan Tab Completion di Blankon Rote 8

Cara mengaktifkan Tab Completion di Blankon Rote 8 notabene sama saja dengan cara mengaktifkan tab completion di distro Ubuntu yang sudah pernah saya tuliskan disini. Berhubung di tulisan saya yg sebelumnya itu sudah pernah saya perkenalkan apa itu Tab Completion, maka pada tulisan yang ini saya langsung berfokus pada tutorialnya saja. Yuk, langsung mulai.

1. Buka aplikasi Terminal, kemudian ketikkan perintah berikut ini :

$ sudo gedit /etc/bash.bashrc

2. Tekan CTRL + F untuk memunculkan fitur pencarian, kemudian carilah kata kunci completion sehingga kalian akan menemukan baris seperti ini :

# enable bash completion in interactive shells
#if ! shopt -oq posix; then
# if [ -f /usr/share/bash-completion/bash_completion ]; then
# . /usr/share/bash-completion/bash_completion
# elif [ -f /etc/bash_completion ]; then
# . /etc/bash_completion
# fi
#fi



3. Setelah itu hapuslah tanda pagar (#) yang ada di depan baris #if ! shopt -oq posix; then sampai baris #fi sehingga menjadi seperti ini :

# enable bash completion in interactive shells
if ! shopt -oq posix; then
if [ -f /usr/share/bash-completion/bash_completion ]; then
. /usr/share/bash-completion/bash_completion
elif [ -f /etc/bash_completion ]; then
. /etc/bash_completion
fi
fi



Jika sudah simpan dan tutuplah file tersebut.

4. Restart komputer kalian.

Semoga bermanfaat :)

apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName

Bila kamu sedang ada masalah dengan web server apache, khususnya yang menampilkan error message :

* Starting web server apache2
apache2: Could not reliably determine the server's fully qualified domain name, using 127.0.1.1 for ServerName


Padahal udah dicoba mengedit file /etc/apache2/httpd.conf seperti yang udah dijelaskan disini, cobalah tips yang satu ini.

 

Semoga dengan script ini kamu bisa mengatasi error message diatas.

sudo sh -c 'echo "ServerName localhost" >> /etc/apache2/conf.d/name' && sudo service apache2 restart

Selamat mencoba :)

Aplikasi Sistem Informasi Akademik

Halo! Ketemu lagi di blog Tutorial Ubuntu Berbahasa Indonesia. Sudah beberapa hari ini saya absen posting dikarenakan kesibukan. Di postingan ini saya sedang tidak memiliki mood yang cukup untuk menulis, di postingan ini saya hanya akan promosi produk SIM Akademik yang digunakan ditempat saya bekerja. Barangkali anda sedang membutuhkan. hehehe

Sebenarnya saya sedang menjual beberapa aplikasi sistem informasi akademik. Aplikasi ini sudah diimplementasikan ditempat saya bekerja yaitu di Institut Manajemen Telkom. Jika anda adalah salah satu orang yang sedang membutuhkan aplikasi ini maka anda sedang berada dihalaman yang tepat. Saat ini saya mempunyai sistem informasi aplikasi akademik, sistem informasi aplikasi perpustakaan yang akan saya jelaskan dibawah.

GAMELAN
Secara umum, aplikasi di dunia pendidikan dapat dibagi menjadi 3, yaitu : 
  1. Aplikasi Akademik, yang terdiri dari :
    a. SIM Akademik
    b. SIM Knowledge Management
  2. Aplikasi Resource, yang terdiri dari :
    a. SIM Infrastruktur (Aset)
    b. SIM Human Resource
  3. Aplikasi Finance, yang terdiri dari :
    a. SIM Billing
    b. SIM Payment
    c. SIM Keuangan (General Ledger) Dan semua aplikasi tersebut saling terintegrasi dan mengakses pada Master Data yang sama, dan memiliki Management Report (Dashboard) yang fleksibel.

Sebuah platform teknologi yang memungkinkan organisasi mengimplementasi, mengintegrasi, dan mengkoordinasi proses bisnis yang mereka miliki secara flexible dengan Time to Market yang singkat. Mengapa aplikasi ini bernama gamelan? Jawabannya adalah, karena aplikasi ini berbasis framework yang dapat berkolaborasi dengan aplikasi-aplikasi lain. Didalamnya bukan hanya terdapat SIM Akademik tapi juga terdapat SIM Hrmis (Human Resource Sistem Information), SIM Knowledge Management, SIM Infrastruktur. Semuanya disatukan didalam sebuah aplikasi berbasis single sign onKelebihan dari Gamelan itu sendiri adalah dapat mengakomodasi semua kemungkinan proses bisnis, tanpa perlu melakukan perubahan script, namun hanya konfigurasi dan setting. Misalnya jika anda menginginkan seorang user hanya dapat mengakses fitur-fitur tertentu, anda sebagai administrator hanya tinggal memberikan batasan-batasan privileges untuk user tersebut via aplikasi, tidak perlu melakukan perubahan script yang membingungkan. Selain itu juga Gamelan ditargetkan untuk Delivery Time to Market yang minimum (hour based).
Referensi:
  1. TAM (Telecommunication Application Map)
  2. ITIL (IT Infrastructure Library)
  3. COBIT (Control Objectives for Information and Related Technology)
  4. ITGI (IT Governance Institute)

infrastruktur aplikasi akademik gamelan
Infrastruktur SIM Akademik Gamelan
Semua aplikasi konsumer (satelit) mengacu pada basis data yang terintegrasi dalam Masterdata untuk menjaga reliabilitas dan integritas data, dan memberikan kemudahan dan keleluasaan dalam melakukan update dan maintenance data sehingga bisa dimanfaatkan untuk pelaporan baik ke pihak manajemen maupun ke pihak luar. Proses bisnis end-to-end didesain sebagai berikut :

proses_bisnis_aplikasi_akademik_gamelan
Proses Bisnis SIM Akademik Gamelan
SIM Akademik, SIM Knowledge Management, SIM Infrastruktur, dan HRMIS berkolaborasi sesuai peruntukannya dan terintegrasi dalam Single Sign On dengan Masterdata dan masing-masing dapat menerbitkan tagihan (invoice) kepada SIM Finance modul Billing untuk dapat diproses lebih lanjut ke modul Payment agar bisa dilakukan transaksi keuangan melalui Bank maupun Collecting Agent.

customer_view_sim_akademik_gamelan
Customer View SIM Akademik Gamelan
Untuk informasi dasar mengenai harga, aplikasi ini di bandrol seharga Rp. 50.000.000,- (nego). Harga tersebut sudah termasuk biaya installasi dan akomodasi. Dimanapun lokasi anda, jika anda berminat pada aplikasi ini pihak kami siap untuk segera meluncur ke lokasi anda.
Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi saya via email di : apocalypsix@gmail.com

Ini Repository Blankon Rote 8 yang Masih Aktif


Saya sedang mencoba distro Blankon versi 8 di mesin saya saat ini. Dan nyatanya, ketika saya baru selesai install dan saya coba update repositorynya, repository resmi bawaan si Blankon yang beralamat di arsip.blankonlinux.or.id sudah tidak aktif. Saya sudah mencarinya ke internet dan berhasil menemukan repository mirror Blankon 8 yang masih aktif yang beralamat di UI. Dan berikut cara untuk mengganti repository Blankon 8 ke repository UI :

1. Buka aplikasi Terminal kemudian Backuplah terlebih dahulu file sources.list kalian yang asli.

$ sudo cp /etc/apt/sources.list /etc/apt/sources.list.asli

2. Lalu edit file sources.list kalian dengan mengeksekusi perintah berikut :

$ sudo gedit /etc/apt/sources.list

Hapuslah semua isi file tersebut, dan ganti dengan teks ini :

deb http://kambing.ui.edu/blankon/ rote main restricted extras extras-restricted
deb http://kambing.ui.edu/blankon/ rote-updates main restricted extras extras-restricted
deb http://kambing.ui.edu/blankon/ rote-security main restricted extras extras-restricted


Jika sudah simpan dan tutuplah file tersebut.

3. Sekarang lakukan perintah ini untuk mengupdate repository kalian ke alamat repository yang baru :

$ sudo apt-get update

4. Sekarang repository kalian sudah terupdate ke repository yang baru!

TAMBAHAN :

Ternyata kalian bisa membuat kode sources.list sendiri lho berdasarkan mirror-mirror Blankon yang tersedia di seluruh Indonesia. Caranya adalah melalui web ini repo.frijal.com

Semoga bermanfaat :)

Download Full Circle Magazine Special Edition Python Programming Lengkap

Sama seperti postingan saya yang sebelumnya tentang Full Circle Magazine Special Edition Libre Office, kali ini saya juga ingin membagikan link majalah Full Circle Magazine lagi. Tapi kali ini merupakan edisi spesial dari pemrograman Python. Yuk, silahkan dicicipi :)

Full Circle Magazine Special Edition Python Programming Part 1



Full Circle Magazine Special Edition Python Programming Part 2



Full Circle Magazine Special Edition Python Programming Part 3



Full Circle Magazine Special Edition Python Programming Part 4



Full Circle Magazine Special Edition Python Programming Part 5



Semoga bermanfaat :)

SUMBER

Download Full Circle Magazine Special Edition Libre Office Lengkap

Selagi menunggu proses pengembalian akun twitter @linuxkudotcom yang terkena suspend, saya ingin bagi-bagi link Download Full Circle Magazine Special Edition Libre Office Lengkap nih. Lumayan buat baca-baca dan belajar cara penggunaan Libre Office sebagai alternatif pengganti Microsoft Office. Oh iya, majalah Full Circle Magazine ini menggunakan bahasa inggris ya. Jadi lumayan buat belajar bahasa inggris juga :D

Full Circle Magazine Special Edition Libre Office Part 1



Full Circle Magazine Special Edition Libre Office Part 2



Full Circle Magazine Special Edition Libre Office Part 3



Semoga bermanfaat :)

SUMBER

System Monitoring Di Linux Ubuntu

Hiyaa... Kita bertemu lagi di blog Tutorial Linux Untuk Pemula, Sekarang saya akan berbagi pengalaman yang baru saya alami hari ini. Artikel ini sebenarnya tidak akan membahas tentang tools apa saja yang bisa kita pakai untuk monitoring sistem server. Saya hanya akan mengklarifikasi beberapa persoalan yang ternyata, bukan hanya saya yang pernah mengalaminya. Artikel ini hanya akan menjelaskan tentang perbedaan output dari top, free dan htop di linux. Entah anda pernah mengalaminya atau belum tapi saya rasa informasi ini akan cukup membantu.

Saya terbiasa melihat resource consumption server saya dengan htop, output dari htop adalah seperti ini :
output htop di ubuntu
htop
Anda lihat pada bagian Mem, saya memberikan kotak merah untuk menunjukkan ram usage dari server saya. Ternyata jika kita melihat ram usage di top, hasilnya akan berbeda. Pada top hasilnya seperti ini :
output top di linux ubuntu
top
Saya bingung kenapa bisa seperti ini, Silahkan lihat pada bagian Mem, disana disebutkan bahwa RAM usage adalah 1606832k dari 2050904k. Artinya dari 2 GB RAM yang ada, yang dipakai adalah sekitar 1,6 GB. Padahal htop menunjukkan bahwa yang terpakai hanyalah 428 MB. Membingungkan bukan?

Setelah saya mencari-cari informasi, ternyata keduanya menunjukkan hasil yang benar. Tidak ada kekeliruan dari hasil keduanya. Hanya saja yang terjadi adalah metode pembacaan yang bebeda sehingga menunjukkan hasil yang berbeda pula. Penjelasannya :

[ linux meminjam free ram untuk disk cached ]
Hal ini membuat RAM yang sebenarnya tidak dipakai oleh aplikasi TAPI dipinjam oleh disk cached dianggap telah terpakai oleh system. Pada akhirnya akan tampak RAM server anda LOW CRITICAL namun sebenarnya tidak. Semuanya baik-baik saja!


[ kenapa begitu? ]
Disk Caching membuat system bekerja lebih cepat! Tidak ada yang salah, kecuali untuk para pemula seperti saya. Ini sebenarnya tidak memakan RAM yang akan digunakan oleh aplikasi.


[ bagaimana jika kita akan menjalankan aplikasi lain? ]
Jika aplikasi anda lebih membutuhkan RAM. Linux akan mengembalikan Free RAM yang dipinjam oleh disk cache. Anda tidak akan kekurangan RAM!


[ apakah kita membutuhkan tambahan swap? ]
Tidak perlu, disk caching hanya meminjam RAM yang tidak digunakan sama sekali oleh aplikasi apapun. Ini tidak akan menggunakan swap. Jika aplikasi membutuhkan tambahan RAM, mereka hanya akan mengambil kembali dari disk cache. Mereka tidak akan mempermasalahkan swapping.


[ Bagaimana agar linux berhenti melakukan ini? ]
Anda tidak bisa men-disable disk caching. Satu-satunya alasan semua orang ingin men-disable disk caching adalah karena mereka pikir ini memakan RAM dan membuat aplikasi kekurangan RAM! Disk cache membuat aplikasi-aplikasi berjalan lebih cepat dan lebih halus, tapi disk cache TIDAK PERNAH memakan RAM yang akan digunakan oleh aplikasi. Jadi, tidak ada alasan tepat untuk men-disable disk cache.


[ mengapa TOP dan FREE mengatakan semua RAM kita digunakan padahal tidak? ]
Ini hanya kesalahpahaman istilah. Antara anda dan Linux setuju bahwa RAM yang telah dipakai oleh aplikasi disebut "DIPAKAI", sementara RAM yang tidak digunakan untuk apapun adalah "TIDAK DIPAKAI".

Anda mengatakan RAM "TIDAK DIPAKAI", tapi linux mengatakan ini "DIPAKAI"

RAM yang....Anda menyebutnyaLinux menyebutnya
dipakai oleh aplikasi Dipakai Dipakai
available untuk aplikasi, digunakan untuk sesuatu TIDAK DIPAKAI DIPAKAI
tidak digunakan untuk apapun TIDAK DIPAKAI TIDAK DIPAKAI

"Sesuatu" disini adalah apa yang top dan free sebut "buffers" dan "cached". Sejak anda dan terminologi Linux berbeda, anda beranggapan bahwa anda kekurangan RAM, padahal tidak.


[ Bagaimana kita melihat seberapa banyak RAM yang tidak dipakai? ]
Untuk melihat seberapa banyak RAM yang tidak dipakai oleh aplikasi, run free -m dan lihat pada row baris yang ada tanda "-/+ buffers/cache". Pada kolom free, itu jawaban dalam format Megabytes.

$ free -m
total used free shared buffers cached
Mem: 1504 1491 13 0 91 764
-/+ buffers/cache: 635 869
Swap: 2047 6 2041
$

Jika anda tidak tau bagaimana membaca angka, anda akan berpikir RAM telah digunakan sebanyak 99% ketika sebenarnya yang terpakai adalah 42%.

Itulah mengapa hasil terminologi TOP berbeda dengan HTOP dan FREE. Karena HTOP dan FREE tidak membaca RAM yang dipinjam oleh disk caching sebagai RAM yang terpakai.

Sampai disini, saya pikir keraguan saya terjawab. Semoga anda juga :)
Semoga artikel ini dapat bermanfaat,

Salam penguin! :)